Skip to main content

Tips Terbaik Budidaya Bawang Merah

Bawang merah yaitu sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di Asia Tenggara dan juga Dunia. Di jawa (Orang jawa) mengenalnya sebagai (Brambang). Dan penggalan yang paing banyak di manfaatkan yaitu umbi, Meskipun beberapa tradisi masakan juga menggunakan daun serta tangkai bunganya sebagai bumbu penyedap kuliner (Masakan). Tanaman bawang merah ini di duga berasal dari daerah Asia Tengah dan Asia Tenggara. Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang bernilai ekonomis tinggi. Tanaman bawang merah ini sanggup mendapat amanah sebagai sumber penghasilan Petani, Juga pendapatan negara, Penyumbang keanekaragaman materi pangan serta kecukupan Gizi. Salah satu upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas bawang merah tersebut yang sesuai dengan permintaan konsumen yaitu penggunaan bibit yang berupa benih atau biji (true shallot seed = TSS). Keuntungan dari perjuangan tani bawang merah dengan biji ini antara lain sanggup menurunkan biaya Produksi, Penyimpanan serta distribusinya lebih gampang. Di samping itu juga dapat menciptakan varietas unggul baru.  Tips Terbaik Budidaya Bawang Merah   Budidaya bawang merah memerlukan air yang cukup terutama pada saat pembentukan umbi. Tanaman bawang merah yang kekurangan air pada fase pertumbuhan, Umbi mampu menimbulkan penurunan produksi secara (Singnifikan). Hal utama dalam budidaya bawang merah yakni (Menjaga tanah dalam keadaan cukup lembab). Cara Menanam Bawang Merah Syarat Tumbuh Tanaman Bawang Merah : Tanaman bawang merah memerlukan curah hujan antara (100-200 mm/bulan), Dengan ketinggian tempat optimal (10-200 mdpl). Meskipun demikian bawang merah masih sanggup tumbuh dan berproduksi di ketinggian sampai dengan (800 mdpl). Dan suhu optimal untuk pertumbuhan tumbuhan bawang merah yaitu (20-30 derajat C). Intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan, Lama penyinaran 12 jam. Tanaman bawang merah dapat menyesuaikan diri pada kelembaban udara (rH 80-90%). Kelembaban udara dan kelembaban tanah yang relatif tinggi (>90%) dapat merangsang terjadinya serangan penyakit. Angin Sepoi-sepoi besar lengan berkuasa baik terhadap pertumbuhan umbi bawang merah tersebut. Tanaman bawang merah membutuhkan tanah yang gembur, Subur, Banyak mengandung unsur atau bahan organik, Serta simpel menyediakan air dengan aerasi udara baik dan tidak becek. Budidaya bawang merah ini sanggup di lakukan pada lahan sawah maupun lahan kering (Tanah kering). Pelaksanaan Teknis Budidaya Bawang Merah Ukuran pH tanah di perlukan untuk menentukan jumlah donasi kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah di bawah (6,5). Pengukuranya sanggup memakai kertas lakmus, pH meter, Atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa di lakukan secara Zigzag. Persiapan Lahan Budidaya Bawang Merah Persiapan lahan bawang merah meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, Dan pencangkulan secalam 30 cm dan (Dikeringanginkan selama 15 hari). Pembuatan bedengan dengan lebar (80-100 cm) Serta tinggi (30 cm, lahan kering), Dan (60 cm lahan sawah) Dengan lebar parit (30-40 cm), Pemberian pupuk sangkar yang telah di fermentasi sebanyak (40 ton/ha) Dan pupuk NPK (15-15-15 sebanyak 1,2 ton/ha). Persiapan selanjutnya melakukan pengadukan atau pencacakan bedengan, Agar pupuk yang telah di berikan bercampur dengan tanah, Kemudian lakukan penugalan untuk pembuatan lubang Tanah. Persiapan Bibit Dan Penanaman Budidaya Bawang Merah Persiapan bibit penanaman bawang merah membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kebutuhan benih bawang merah sebanyak 3 kg/ha, Dan pilih lokasi persemaian yang tanahnya subur dan intensitas cahaya matahari tepat. Kemudian cangkul tanah sedalam 30 cm hingga gembur, Lalu keringanginkan selama (2 ahad), Dan buat bedengan dengan ukuran lebar (80-100 cm dan tinggi 30 cm). Kemudian berikan pupuk sangkar yang telah difermentasi sebanyak (2 kg/m2), NPK (15-15-15 sebanyak 10 gram /m2). Buat Alur-alur dangkal dengan arah alur memotong panjang bedengan. Dan jarak antar alur (5-10cm). Terus di tebar biji bawang merah secara merata pada alur, Kemudian tutup tipis dengan tanah. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan, Media di tutup dengan menggunakan kain goni, Dan dapat juga menggunakan mulsa PHP. kemudian di jaga dengan keadaan lembab. Pembukaan penutup permukaan media semai di lakukan apabila benih telah berkecambah, Baru kemudian benih di sungkup dengan memakai plastik transparan. Permukaan sungkup di mulai pada Jam (07.00 - 09.00), Lalu di buka lagi pada Jam (15.00 - 17.00). Pada umur 7 hari menjelang tanam sungkup harus di buka secara penuh untuk penguatan tumbuhan. Penyiramanya jangan terlalu basah, di lakukan di setiap pagi. Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif imidakloprid di lakukan pada umur 15 hss atau (Hari sehabis semai). Dosis/konsentrasi 1/2 dosis terendah. Bibit bawang merah berumur 30 hari siap untuk di tanam, Sebelum di tanam bibit yang telah di cabut di rendam di dalam larutan karbofuran (Konsentrasi 1 gr/liter selama 2 Jam). Tanaman berjumlah satu per titik tanam, Diusahakan posisi bangkit tegak, Dan jarak tanam ideal untuk musim kemarau (10 cm x 5 cm) Sedangkan untuk trend penghujan mampu di perlebar (10 cm x 10 cm). Kemudian padatkan tanah bersahabat pangkal batang secara Pelan-pelan. Penyulaman Budidaya Bawang Merah  Penyulaman di lakukan sampai umur tanaman 2 minggu. Tanaman bawang merah yang telah terlalu renta apabila masih terus di sulam akan mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam, Hal mirip ini akan kuat terhadap keseragaman Pemanenan. Sanitasi Lahan Dan Pengairan Budidaya Bawang Merah Sanitasi lahan dan pengairan bawang merah Meliputi : Pengendalian gulma/rumput (Penyiangan), Pengendalian air pada ketika di isu terkini hujan sehingga tidak muncul genangan air serta pencabutan tumbuhan bawang merah yang terserang hama penyakit. Penyiangan di lakukan sebelum melaksanakan pemupukan susulan, Baik itu pemupukan susulan maupun ke 2. Dan penyiangan gulma dapat di cabut secara manual atau memakai alat (Gosrok/landak). Pengairan di berikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban 2 hari sekali selama (15-30 menit) Dan tergantung pada kondisi kelembaban tanah. Pemupukan Susulan Budidaya Bawang Merah Pemupukan susulan budidaya bawang merah meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar di berikan secara larikan, Di benamkan di dalam tanah sedalam 10 cm sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama di lakukan pada umur 10 HST atau (10 hari setelah tanam) Dengan memakai pupuk NPK (15-15-15 sebanyak 150 kg/ha) Dan urea sebanyak (50 kg/ha). Pemupukan ke 2 di lakukan pada umur (30 HST) Menggunakan pupuk NPK (15-15-15 sebanyak 200 kg/ha). Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi di berikan pada umur (14 HST) Dengan konsentrasi (2 gr/liter), Sedangkan pupuk daun kandungan Phospat serta kalium tinggi di berikan umur (30 HST dan 45 HST). Pemupukan phospat dan kalium tinggi menggunakan pupuk MKP Dengan konsentrasi (2 gr/liter pada umur 30 HST) Dan konsentrasi 4 gr/liter pada umur 45 HST. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Bawang Merah  Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn) : Larva ulat tanah aktif menyerang tumbuhan bawang merah pada malam hari dengan cara memotong pangkal batang tanaman muda, Sedangkan pada siang harinya Larva ulat bersembunyi di dalam Celah-celah tanah. Yang biasanya dengan posisi badan melingkar. Pengendalian hama ini secara kimiawi memakai insektisida berbahan aktif karbofuran. Dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Hama Putih (Thrips tabaci Lind) : Siklus hidup Thrips berlansung selama 3 minggu. Di kawasan tropis, Siklus hidup hanya berlangsung selama 7-12 hari, Sehingga dalam 1 tahun mampu mencapai 5-10 generasi. Setiap ekor Shtrips betina mampu menghasilkan telur sebanyak (80-120 butir) Selama hidupnya. Gejala serangan sanggup diamati pada daun muda atau pucuk daun. Nimfa dan imago menyerang tumbuhan bawang merah dengan cara menghisap cairan daun. Bagian tanaman yang terserang akan ternoda yang berwarna putih mengkilap seakan-akan Perak. Kemudian menjelma Kecoklatan berbintik hitam. Serangan berat menimbulkan tanaman mati serta umbi yang di hasilkan berukuran kecil bermutu rendah. Pengendalian hama Thrips menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau landasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Ulat Bawang : Ulat bawang tanaman bawang merah yaitu (Spodoptera exiqua). Larva ulat bawang menyerang tumbuhan bawang merah dengan cara membuat lubang pada daun serpihan ujung, Kemudian masuk kedalam daun dan memakan daun kepingan dalam, Tetapi epidermisbagian luar tetap dibiarkan, Akibatnya daun tersebut tampak bercak-bercak berwarna putih, Apabila di terawang tembus cahaya. Jika populasi ulat bawang merah sangat banyak mampu menyerang umbi bawang merah tersebut. Pengendalian kimiawi memakai insektisida berbahan aktif Sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Penyakit Tanaman Bawang Merah Layu Fusarium : Layu fusarium menyerang tanaman bawang merah pada penggalan dasar umbi lapis, sehingga pertumbuhan akar dan umbi bawang merah terganggu. Gejala serangan sanggup diamati secara visual, Yaitu daun menguning cendrung terpelintir, Dan tumbuhan gampang di cabut lantaran akarnya membusuk. Pada dasar umbi terlihat cendawan putih, sedangkan pada umbi lapis bila di potong membujur terlihat pembusukan yang berawal dari dasar umbi, Kemudian meluas ke atas dan kesamping. Tanaman bawang merah mati mulai dari ujung daun, kemudian menjalar hingga ke pangkal daun. Upaya pengendalian yang mampu di lakukan antara lain meningkatkan pH tanah, Memusnahkan tumbuhan bawang merah yang terserangDan melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi dengan menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil, atau propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Ngelumpruk : Penyakit ini di sebabkan oleh cendawan Stemhylium vesicarium (Wallr Simmons) Gejala serangan penyakit ngelumpruk ini pada tanaman bawang merah yaitu terdapar bercak Kekuning-kuningan yang tumbuh sangat banyak pada seluruh belahan tanaman. Penyebaran penyakit berlangsung sangat cepat sesuai dengan arah bertiupnya angin di areal pertanaman. Cendawan Stemhylium vesicarium bisa mematikan tumbuhan secara serentak. Kumpulan tumbuhan yang mati serentak terlihat seolah-olah tersiram air panas, Pada kondisi kelembaban udara tinggi dan berangin, Maka infeksi dapat secara tunggal maupun berasosiasi dengan cendawan Altemaria porri. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, Contoh materi aktif yang dapat di pergunakan yakni benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, Dan fungisida kontak. Contoh materi aktif yang bisa di gunakan ialah Klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Bercak Cercospora : Penyakit bercak cercorpora ini di sebabkan oleh cendawan Cercospora duddidae (Walles) Gejala serangan penyakit bercak cercospora pada tumbuhan bawang merah ialah terjadinya bercak klorosis pada ujung daun, Dan sering tampak terpisah dengan bisul pada pangkal batang. Daun tampak Belang-belang. Bercak klorosis berbentuk bulat berwarna pucat dan bergaris tengah (3-5 mm). Pusat bercak berwarna coklat serta terdapat Bintik-bintik yang merupakan konidiofora jamur. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, Contoh bahan aktif yang mampu di pergunakan adalah benmil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, Atau tebukonazol, dan fungisida kontak. Conth materi aktif yang dapat di pergunakan ialah Klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Bercak Alternaria : Bercak alternaria ini di sebabkan oleh cendawan Alternaria porri (Ell.) Gejala serangan penyakit bercak Alternaria pada tumbuhan bawang merah adalah adanya bercak pada daun dengan pusat bercak berwarna ungu atau ungu lebih gelap. Pada kawasan tersebut mampu di temukan konidiofor yang mampu berkecambah membentuk konidiospora. Infeksi awal pada tumbuhan bawang merah di tandai adanya bercak berukuran kecil, melekuk kedalam, berwarna putih dengan pusat bercak berwarna ungu atau Abu-abu. Apabila cuaca lembab, Bercak berkembang hingga mirip Cincin, Dan pecahan tengahnya berwarna ungu dan pada tepinya kemerahan serta di kelilingi warna kuning yang bisa meluas. Pada jung daun mengering atau bahkan patah. Permukaan bercak pada hasilnya berwarna coklat kehitaman. Serangan parah berlanjut pada umbi, Yang menyebabkan umbi membusuk berwarna kuning lalu menjadi berwarna merah kecoklatan. Umbi membusuk dan berair di mulai dari bagian leher, Kemudian jaringan umbi yang terinfeksi mengeringserta berwarna gelap. Penyakit bercak daun Altenaria porri sanggup di kendalikan secara kimiawi memakai fungisida sistemik, Contoh materi aktif yang mampu di gunakan yaitu, benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak. Contoh bahan aktif yang mampu di pergunakan ialah klorotanonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Embun Bulu : Penyakit embun bulu ini di sebabkan oleh cendawan Peronospora destructor (Berk) Casp. Serangan cendawan peronospora destructor bersifat sistemik dan lokal. Gejala serangan penyakit embun bulu pada tumbuhan bawang merah terjadi pada awal pertumbuhan. Infeksi terlihat terutama pada ketika daun berair terkena embun, terlihat warana putih yang mirip Bulu-bulu halus. Apabila tumbuhan sanggup bertahan hidup maka pertumbuhanya akan terhambat. Daun berwarna hijau pucat. Infeksi pada daun bisa menyebar kebawah mencapai umbi lapis, Kemudian menjalar keseluruh lapisan hingga berwarna coklat. Penyakit embun bulu sanggup di kendalikan secara kimiawi dengan menggunakan fungisida sistmik, Contoh bahan aktif yang bisa di gunakan ialah, benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak. Contoh bahan aktif yang bisa di gunakan yakni klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Antraknosa : Antraknosa pada tumbuhan bawang merah adalah cendawan (Colletrotichum gloespoiroidespenz). Kerusakan tumbuhan bawang merah balasan serangan penyakit antraknosa bisa mencapai (50-100%). Penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan kegagalan. Gejala serangan dapat dilihat secara fisiologis.Tanaman mati serentak secara cepat,serangan awal di tandai adanya gejala bercak putih pada daun, Kemudian akan terbentuk lekukan ke dalam (invaginasi), Berlubang dan patah lantaran terkuai tepat pada bercak tersebut. Jika serangan berlanjut akan membentuk koloni konidia yang berwarna merah muda. Lalu berkembang menjadi coklat tua, Dan kesannya menjadi kehitaman. Umbi akan membusuk serta daun mengering. Penyakit antraknosa mampu di kendalikan secara kimiawi memakai fungisida sistemik. Contoh bahan aktif yang sanggup di pergunakan ialah Benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak. Contoh bahan aktif yang bisa di gunakan ialah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Panen : Tanaman bawang merah mampu di panen pada umur (60-70 hss) di dataran rendah (80-100 hss) di dataran tinggi. Tanaman bawang merah siap panen di tandai sesuai cacatan sebagai berikut : 1. Pangkal daun kalau di pegang sudah lemah. 2. 70-80% daun berwarna kuning. 3. Daun serpihan atas mulai rebah. 4. Umbi bawang merah kelihatan tersembul diatas permukaan tanah. 5. Sudah terjadi pembentukan pigmen merah dan timbulnya anyir bawang merah yang Khas, Serta terlihat warna merah renta atau merah keunguan pada umbi bawang merah. Panen sebaiknya di lakukan dalam keadaan kering dan cuaca cerah. Untuk menghindari umbi yang tertinggal di dalam tanah, 1-2 hari sebelum panen di lakukan penyiraman terlibih dahulu memakai air, Panen di lakukan dengan mencabut seluruh tumbuhan secara Berhati-hati. Kemudian di setiap satu genggam di ikat dengan 1/3 daun cuilan atas. Pengikatan bertujuan untuk memudahkan penanganan beriutnya. Sekian terimakasih lantaran anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Bawang Merah Tersebut, semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya
Sumber https://duniakesehatand.blogspot.com/

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Search Box Popup Full Screen Responsive

Pure css Search Box Pop Up Reesponsive Cara Membuat Kotak Pencarian di blog menjadi pop up full screen responsive . Tutorial kali ini saya akan berbagi cara untuk mendesain tampilan search box menjadi popup .. Bagi kalian yang ingin mengganti kolom pencarian blog kalian dengan tampilan yang berbeda, bisa mencoba search box yang akan di share pada tutorial ini. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya yang sudah di share di blog mas tamvan ini ya gan :) Tutorial Blogger Lainnya : Cara Praktis Membuat Tabel Di Postingan Blog Dengan Tool Memasang Hover Share Button Image Di blogger TS Grid - Template Blogger Responsive Dan Valid HTML5 Buat kalian yang igin melihat tampilannya, bisa kunjungi link berikut.. Demo Search Box Pop Up Lanjut saja kita ke tahap pemasangan search box popup responsive pure css ini ya gan :3 Pure CSS PopUp Search Box Responsive Seperti biasa, login terlebih dahulu ke blogger.com Sete...

Cara Membuat Tabel Responsive Di Blogger

Tutorial Membuat Tabel Keterangan Responsive Di Dalam Postingan Blog Tutorial Cara Memasang / membuat semoga tabel keterangan responsive di dalam postingan blog , pada postingan kali ini saya kan memberikan table atau kotak keterangan yang responsive untuk di pasang pada postingan blog... Bagi agan blogger yang suka atau ingin menciptakan tabel / kotak keterangan untuk memisahkan, mengelompokan bagian tertentu pada sebuah text dengan tampilan yang suport untuk semua device seperti hp, tablet, laptop, notebook dan yang lainnya... ... agar tampilan tabel tersebut tidak melebihi ukuran layar maka kita harus membuatnya menjadi responsive, mobile friendly agar enak di pandang dan di bacanya.... Sebelumnya saya juga sudah pernah posting artikel tentang cara menciptakan tabel keterangan yang responsive dengan tampilan yang anggun dan berwarna .... Bagi kalian yang ingin mencobanya, silahkan kunjungi artikel berikut ini..... Membuat Beautiful Table Responsive With CSS Untuk tutor...

Membuat Menu Bar Drop Down Responsive

Tutorial Cara Memasang Menu Navigation Bar Deopdown Responsive Di Blog Memasang Menu kafetaria Responsive Di Blog , Tutorial kali ini kita akan membuat menu navigation bar drop down responsive pada blogger.. Sebelumnya saya juga sudah pernah posting tentang menu bar, kalian bisa memilih pada artikel berikut ini, barang kalia ada yang menarik.. Tutorial Blogger Lainnya : Cara Membuat Vertical Mega Menu Multi Level Di Blog Membuat Menu Bar Drop Down Responsive Tanpa Edit HTML Simple Menu Navigation Drop Down Effect With Css nah sekarang mari kita lanjut ke tutorial cara pemasangan menu navigation bar drop down yang responsive di blog.. Tutorial Membuat Menu Bar Drop Down Responsive Login ke blogger.com Pilih menu Template , Edit HTML , Cari Kode </head> Setelah ketemu, masukan css berikut di atasnya... <style type="text/css"> .slide-hidangandisplay:none;background:#3a89b9;padding:0 ...